Deswan ingin melihat, apakah Nadira akan terharu karena hal itu. Namun, yang dilihatnya malah wajah Nadira yang tetap tenang. Dalam hati, dia merasa sedikit kecewa."Kalau begitu, terima kasih ya Deswan." Surya kembali mengangkat gelas, lalu menghela napas. "Anak sebaik ini, andaikan jadi menantuku pasti luar biasa."Julia langsung menatapnya dengan tidak senang.Deswan diam-diam merasa senang, tetapi sengaja memasang wajah menyesal. "Ah, mungkin memang nggak berjodoh. Kalau saja aku pulang lebih awal, mungkin Nadira nggak akan ...."Usai berkata demikian, dia meneguk anggur dalam-dalam. Sorot matanya sengaja menampilkan kesedihan dan penyesalan. Walau kalimatnya tidak dilanjutkan, semua orang tahu apa yang ingin dia katakan.Hati Surya tergerak, lalu dia menyemangati, "Jangan putus asa. Hidup ini nggak menentu, siapa tahu nanti masih ada kesempatan."Baru saja selesai bicara, dia merasakan tatapan tajam Julia di sampingnya. Namun, Surya pura-pura tidak melihat dan terus minum. Ekspres
Read more