Pangeran Kedua menganggukkan kepalanya pelan, membiarkan keheningan sesaat menggantung di antara mereka. Senyum tipisnya tidak memudar, justru semakin sarat akan kelicikan yang mendalam. Ia tahu, membohongi pemuda dengan sepasang mata emas di hadapannya ini adalah tindakan sia-sia. Fang Zhe terlalu tajam untuk sekadar menelan alibi mentah-mentah."Tentu saja tidak sesederhana itu, Panglima Fang," ucap Pangeran Kedua dengan kekehan rendah.Alih-alih memberikan penjelasan panjang lebar yang bisa memicu kecurigaan mata-mata di sekitar istana, Pangeran Kedua merogoh kembali saku jubah bagian dalamnya. Kali ini, ia mengeluarkan sebuah batu giok transmisi kuno berbentuk heksagonal berwarna hijau tua, lalu melemparkannya dengan santai ke arah Fang Zhe.Wusss!Fang Zhe menangkap batu giok itu dengan satu gerakan tangan yang malas namun presisi. Dingin, berbobot, dan dialiri oleh sisa-sisa segel pembatas tingkat tinggi."Gunakan itu untuk menerima instruksi detail dariku secara langsung," ujar
Read more