Mendengar perintah itu, belasan pengawal elit berbaju zirah berat segera merangsek maju. Mereka mencengkeram lengan Fang Zhe dan membawanya keluar dari Aula Pertemuan Agung yang megah. Sepanjang jalan menuju kedalaman tanah istana, Fang Zhe sama sekali tidak memberikan perlawanan. Langkah kakinya tetap santai, dan sorot mata emas di balik cadar hitamnya masih setenang air di telaga mati.***KLANG! KLANG! KLANG!Gema logam yang beradu memenuhi ruangan sel isolasi terdengar begitu memekakkan telinga. Sesuai dengan titah murka sang Kaisar di depan publik, Fang Zhe kini berada di blok terdalam Penjara Bawah Tanah Kekaisaran. Tempat itu sangat gelap, dingin, dan dilapisi oleh formasi penekan Qi kuno yang sangat pekat.Tidak tanggung-tanggung, tubuh Fang Zhe kini dililit oleh ribuan rantai besi meteorit hitam yang terkenal akan kekerasannya. Rantai-rantai itu menjulur dari dinding, langit-langit, hingga dasar lantai batu giok hitam, mengunci setiap persendian, pergelangan tangan, kaki, hin
Read more