Hendra merangkak mundur, wajahnya pucat pasi seperti mayat. Ia melihat ke arah bayangan Fang Zhe yang memanjang di lantai beton parkiran, terasa seperti bayangan maut yang siap menjemputnya. "Fang Zhe... k-kau tidak bisa menyentuhku! Aku adalah perwakilan resmi! Jika terjadi sesuatu padaku, Paviliun Keberuntungan Langit akan—"PLAK!Satu tamparan ringan dari punggung tangan Fang Zhe membuat Hendra terpental, menghantam pintu besi hingga penyok. Darah segar bercampur gigi geraham muncrat dari mulut Hendra. Ia tidak lagi bisa berteriak, hanya rintihan tertahan yang keluar dari tenggorokannya.Lalu Fang Zhe menjambak rambut Hendra, memaksa pria itu mendongak menatap matanya yang berkilat dingin."Aku tidak akan membunuhmu hari ini, Hendra. Anjing sepertimu terlalu rendah untuk mengotori tanganku sebelum pertunjukan utama dimulai," bisik Fang Zhe, suaranya lebih tajam dari sembilan jarum peraknya.Ia mengeluarkan ponsel milik Hendra yang tadi terjatuh, lalu menekan sebuah tombol panggil
Read more