MasukUngkapan nyeleneh dari Patriark Klan Bao seketika buyar saat guncangan ketiga—yang jauh lebih dahsyat dan beruntun—kembali menggempa dari arah langit di atas Paviliun Obat Agung. Awan hitam yang tadinya sempat menipis, kini mendadak memadat kembali dalam hitungan detik. Cahaya merah darah memancar membakar awan-awan tersebut, melahirkan fenomena Petir Kesengsaraan Darah Ilahi yang meraung bagai ribuan naga murka. "I-itu petir jenis apa lagi?!" jerit seorang praktisi di kerumunan, hampir jatuh berlutut karena tekanan aura yang begitu berat. Di dalam ruangan rahasia, Fang Zhe berdiri di tengah pusaran esensi darah yang berkilau keemasan. Bahan-bahan langka untuk Pil Pemurni Darah telah melebur sempurna. Tanpa menunda satu detik pun, Fang Zhe memukul perut tungku dengan ritme ganda. BAM! BAM! BAM! Cahaya merah kecokelatan yang pekat mengepul keluar, membentuk benang-benang aura esensi kehidupan yang melingkupi Su Yin dan Ling Yin. Su Yin merasakan darah murninya dalam tubuhnya mendi
Guncangan hebat terasa merayap halus di bawah pijakan kaki mereka, tetapi Formasi Penyegel Surga Tingkat 9 di sekeliling ruangan memancarkan jaring-jaring rune keemasan yang teramat kokoh. Dinding giok merah yang melapisi puncak paviliun itu bergetar lembut, menyerap dan menetralkan setiap benturan gelombang petir yang berusaha menghantam dari luar. Tidak ada satu pun retakan pada bangunan, bahkan debu pun tak jatuh dari langit-langit. Fang Zhe menghentikan sapuan lengannya seraya menyebarkan indra spiritualnya ke arah luar. Melihat betapa tenangnya interior ruangan rahasia itu di tengah amukan Petir Kesengsaraan Alkimia yang membelah langit, sebuah senyum penuh decak kagum terukir di bibirnya. "Cukup mengesankan..." gumam Fang Zhe seraya mendongak menatap kubah ruangan. "Formasi Penyegel Surga ini benar-benar tidak main-main. Petir Kesengsaraan sebesar itu tertahan tanpa menyisakan sedikit pun kerusakan pada struktur bangunan." Dengan satu kibasan tangan santai, Fang Zhe menarik
Mendengar penegasan Fang Zhe, sepasang mata Ling Yin melotot lebar hingga mulutnya sedikit terbuka. "Seratus butir per jenis?! Itu artinya... tiga ratus Pil Tingkat Dewa berkemurnian sempurna dalam sekali proses?!" Su Yin menyentuh pelipisnya yang mendadak terasa pening. "Fang Zhe, logika alkimia mana yang kau pakai? Bahkan alkemis paling terkemuka di daratan ini butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk mengisolasi bahan dari satu Pil Tingkat Dewa! Bagaimana bisa kau merencanakan tiga ratus butir pil berbeda jenis sekaligus? Waktu kita sangat terbatas, kita harus segera kembali bertemu Ketua Sekte di penginapan yang sudah dipesan!" Fang Zhe terkekeh pelan, melangkah mendekati titik pusat Formasi Nyala Giok Ilahi. Binar matanya berkilat penuh percaya diri yang begitu dominan. "Tenanglah. Bagi orang lain, pemurnian skala besar ini adalah perkara mustahil yang memakan waktu bertahun-tahun. Tapi bagiku, teknik pemurnian biasa itu terlalu lambat dan tidak efisien," ujar Fang Zhe seraya me
Mendengar sanjungan Gu Nan, Fang Zhe hanya tertawa pelan. Ia melangkah mendekati pintu perunggu raksasa itu, lalu berbalik menatap Gu Nan dengan pandangan tajam yang memancarkan ketenangan mutlak. "Tempat ini memang luar biasa, Tetua Gu," ujar Fang Zhe seraya menyunggingkan senyum tengil khasnya. "Kalau begitu, tidak perlu buang-buang waktu lagi. Kau cukup menunggu di luar saja selama beberapa jam." Gu Nan mendadak tertegun, matanya terbelalak heran. "B-beberapa jam? Tuan Muda Fang... memurnikan herba spiritual sebanyak ini dalam daftar tadi, bahkan seorang Grandmaster Alkimia tingkat atas biasanya membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu!" "Itu kalau Grandmaster Alkimia biasa," potong Fang Zhe santai, mengibaskan tangannya tanpa beban. "Untukku, beberapa jam saja sudah lebih dari cukup. Tapi ada satu syarat mutlak yang harus kau pegang teguh, Tetua Gu." Raut wajah Fang Zhe mendadak berubah menjadi teramat serius, menatap lurus ke dalam manik mata pengurus pavi
Seringai tipis mengukir wajah Fang Zhe saat jemarinya berhenti menari di atas kertas gulungan giok. Penjelasan Gu Nan mengenai bahaya fenomena alam—atau Petir Kesengsaraan Alkimia... memang sebuah fakta mendasar. Pil Tingkat Dewa berkemurnian sempurna yang diciptakan di tempat terbuka pasti akan memicu pancaran pendar langit dan aroma ilahi sejauh puluhan mil. Di tengah situasi sensitif menjelang turnamen klan Bao, hal itu tak ubahnya seperti menyalakan suar raksasa yang mengundang kawanan serigala haus darah. "Ucapanmu ada benarnya, Tetua Gu," gumam Fang Zhe seraya mengetuk-ngetuk gulungan daftar herbal di atas meja. "Membuat kekacauan di luar saat ini hanya akan menambah pekerjaan yang tidak penting." Melihat pancingannya dimakan, mata Gu Nan makin berbinar cerah. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, memelankan suaranya hingga nyaris berbisik dengan nada misterius yang sarat akan daya pikat. "Bukan sekadar menghindari kekacauan, Tuan Muda Fang," pangkas Gu Nan seraya mengibaskan l
"Dan aku... Ingin menawarkan sembilan puluh batu spritual kelas Dewa untuk tiga puluh butir Pill yang ditawarkan anda..." Penawaran yang dilontarkan Gu Nan seketika membuat keheningan kembali melingkupi ruangan pribadi tersebut. Su Yin dan Ling Yin, yang tadinya sedang mengusap bibir usai tersedak teh, mendadak membeku di tempat dengan mata terbelalak lebar. "Se-sembilan puluh Batu Spiritual Kelas Dewa?!" batin Su Yin berteriak histeris dalam hatinya. Bahkan untuk sekte besar seperti Sekte Lembah Perawan, Batu Spiritual Kelas Langit saja sudah terbilang langka, apalagi Batu Spiritual Kelas Dewa... jenis batu energi paling murni yang mengandung esensi hukum alam semesta dan sangat sulit ditemukan di seluruh Benua Timur! Satu butir saja sudah cukup untuk memicu perang antarklan atau membiayai seluruh kebutuhan sekte selama bertahun-tahun. Tetua Gu Nan mengamati perubahan raut wajah mereka dengan cermat. Ia berdeham pelan, lalu menangkupkan kedua tangannya seraya berkata dengan nada
Fang Zhe terdiam sesaat.Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.Desa Mati. Nama itu terasa tidak
“Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arog
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung







