“Bu, ayok kita pergi aja.”“Yu, mending ibu bantu kamu buat kemas makanan. Nanti tinggal kamu bagiin. Ibu sebentar lagi mau pergi soalnya.”“Yah, Ibu. Kok buru-buru?”Saat itu muncul suaminya Ayu. Dia pun ditawari makan oleh ibunya Ayu.“Eh, Nak Beni, ini makan dulu. Katanya belum sarapan?” tawar ibunya Ayu dengan penuh kasih sayang. Tapi sayang, hanya penolakan yang didapatkan.“Nanti saja, Bu. Saya juga mau keluar. Tapi saya juga mau bicara dulu sama Ayu, Bu. Apa bisa kamu ikut dulu ke kamar, Yu?” Beni merubah ekspresi terhadap ibu mertuanya. Meski aneh, tapi ibunya Ayu paham apa yang akan terjadi.“Mas, ibu aku datang ke sini, mau ditinggalin? Kita bisa bicara nanti kan?” protes Ayu. Sengaja, meski hal itu tak pernah dia lakukan sebelumnya.Beni pun hanya terdiam atas jawaban istrinya. Sepertinya mau debat juga masih ada rasa malu.“Kalau gitu aku mau keluar dulu. Ada urusan. Oh iya, aku gak bisa antar ibu kamu, ya? Nanti kasih aja ibu ongkos,” kata Beni sebelum pergi.“Oh gak perl
Last Updated : 2026-03-16 Read more