“Ada apa, Mayang? Kok kamu pagi-pagi udah berisik?” Purnamasari terlihat kesal. Wajah yang tak lagi muda itu memperlihatkan kerutan di dahinya.“Ini si Ayu, nih. Susu Gavin habis, aku suruh dia beliin, malah gak mau. Alasan aja.” Enteng sekali Mayang mengucapkannya. Seakan tak ada rasa bersalah bicara pada ibunya tentang Ayu.“Apa? Kok gitu sih, Yu?” Purnamasari mengernyit menatap Ayu.“Bukan itunya, Ma, tapi Mbak Mayang mau pinjam uangnya juga dari Ayu. Ayu mana ada? Mana harus dua kaleng. Katanya sekitar delapan ratus ribuan. Ayu kan gak ada uang, Ma.” Ayu menyelipkan beberapa helai rambutnya ke telinga. Dia pun tak berani menatap ibu mertuanya yang sudah terlihat menyalahkan.“Alesan aja, Ma. Uang dari Beni ke dia kan pasti besar. Gaji Beni di kantor itu gede. Ngeles aja. Pelit banget! Padahal mana pernah aku minta uang atau pinjam ke si Ayu.” Alih-alih meredam, Mayang malah makin membuat suasana panas.“Bukan gitu, Mbak. Aku ….”Belum juga Ayu menjelaskan lagi, Purnamasari sudah n
Terakhir Diperbarui : 2026-02-14 Baca selengkapnya