(Flashback) Matahari sore menembus jendela kaca besar di ruang tamu rumah baru Hadi. Cahaya keemasan itu jatuh tepat di atas meja kopi marmer yang masih bersih. Ayu bisa membayangkan dengan sangat jelas bagaimana kemarin kedua orang tuanya, Hadi dan Yazmin, melangkah masuk ke kamarnya dengan wajah hancur. Mereka tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa badai yang memporak-perandakan seluruh dunianya."Ayu, anakku," suara ketukan pintu imajiner dalam kepala Ayu terdengar begitu nyata, berganti dengan bayangan wajah ayahnya, Hadi, yang mengeras menahan amarah yang meledak-ledak. Hadi melemparkan sebuah map cokelat tebal ke atas kasur. "Buka itu. Lihat sendiri apa yang dilakukan laki-laki bajingan yang kamu sebut suami selama ini!"Yazmin langsung memeluknya erat, menumpahkan air mata yang sejak tadi ditahan hingga membasahi bahu Ayu. "Ibu tidak menyangka, Ayu. Beni yang tampak begitu santun di depan kita, tega melakukan ini di belakangmu. Ibu punya semua buktinya."Ayu memeja
Last Updated : 2026-05-22 Read more