"Lihat pintu ini…" lirih Draven. Di kedalaman bawah tanah yang lembap dan berdebu, sebuah pintu besar menjulang, terbuat dari kayu gelap yang retak-retak dan ternoda waktu. Beberapa rantai tebal melingkari pintu itu, terkunci dengan gembok kuno berkarat yang seakan tak pernah dibuka berabad-abad. Kayu yang menyusun pintu itu berderit di setiap sudutnya, dan permukaannya dipenuhi goresan-goreasan misterius, seperti bekas percobaan sebelumnya yang gagal membuka rahasianya. Tepat di depan pintu, menempel pada dudukan batu gelap yang retak, terdapat sebuah mata tunggal besar. Permukaannya mengilap seperti obsidian, dengan urat-urat merah dan ungu yang bergerak perlahan di dalamnya, memberi kesan energi hidup yang berdenyut. Cahaya obor yang goyah memantul di permukaannya, membuat bayangan simbol-simbol aneh di dinding batu sempit menari-nari. Sekeliling mata itu terukir dengan figur-figur abstrak dan rumit—manusia, hewan, serta bentuk geometris yang seolah menunjukkan gerakan atau
Last Updated : 2026-03-04 Read more