"Dominic, apa lagi yang kamu tunggu?! Istrimu sedang demam, harus cepat-cepat istirahat," ucap Aeza secara tegas. "Ya, Mom," jawab Dominic, menganggukkan kepala dan segera membawa Anaya ke dalam mobil. "Kami duluan yah, Larisa," ucap Aeza sopan, setelah itu menggandeng lengan suamuaminya–berjalan beriringan menuju mobil. Larisa diam dengan ekspresi murung, menatap punggung Dominic yang tengah membantu Anaya masuk dalam mobil. 'Pasti Dominic dipaksa oleh orang tuanya untuk menggendong Anaya. Yah, pasti karena orang tuanya,' batin Larisa, kini menoleh ke arah adik sepupunya. "Alka, tolong bantu Kakak ke sana," ucap Larisa, meminta adik sepupunya supaya membantunya berjalan ke arah Dominic. "Baik, Kak." Alka menganggukkan kepala, bersedia membawa kakak sepupunya menemui Dominic. "Dominic, tunggu!" pekik Larisa, berjalan lebih cepat demi mengejar Dominic yang berniat masuk ke mobil. Bug' Karena terburu-buru, Larisa terjatuh cukup kasar–membuat lututnya yang terluka kian p
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-27 Mehr lesen