FAZER LOGINAeza De Enigma diharuskan segera hamil karena tuntutan ayahnya. Jika tidak suaminya bisa dianggap tidak layak sebagai menantu keluarga De Enigma dan dan akan disingkirkan dari keluarga tersebut. Demi tetap bersama, suaminya yang tak pernah menyentuhnya karena masalah kesehatan, memaksa Aeza untuk mengandung benih dari pria lain. Namun, karena Aeza sangat menjunjung tinggi ikatan suami istri, dia tidak mau disentuh pria yang bukan suaminya. Akhirnya suaminya menceraikannya sementara waktu lalu menyuruh Aeza menikah dengan seorang bodyguard agar Aeza bersedia disentuh oleh bodyguard tersebut. Awalnya Aeza berat hati, akan tetapi lama kelamaan dia terlena oleh sentuhan panas dan pesona suami barunya. Terlebih suami barunya bukan sembarang orang, suami barunya punya identitas rahasia yang mengejutkan. "Jika Nyonya gugup melakukannya denganku–suami barumu, maka Nyonya bisa menutup mata," Seven, sang bodyguard misterius yang merangkap menjadi suami Aeza. "Aku memang gugup, tapi aku akan terus menatap matamu, Seven. Matamu sangat tampan." Aeza De Enigma.
Ver mais"Memangnya aku tidak pantas yah?" gumam Anaya tiba-tiba. "Humm?" Dominic mengerutkan kening sata mendengar kalimat itu. Anaya tiba-tiba senyum tipis, "suapan terakhir." "Tidak!" Dominic menolak, "tadi kau … maksudmu apa?" "Maksdunya Mas itu orang hebat dan berkuasa, dan aku cukup tahu diri, kok, untuk tidak jatuh cinta pada Mas. Jadi santai saja," ujar Anaya dengan nada santai. "Stupid!" kesal Dominic. *** Minggu ini Anaya memutuskan untuk libur kerja dan memilih membantu mama meretuanya berkebun. Sedangkan suaminya, pergi entah ke mana. Biasanya Anaya selalu bersemangat setiap kali diajak berkebun oleh mma mertuanya. Akan tetapi kali ini dia … kurang semangat. "Kenapa, Sayang?" tanya Aeza, memperhatikan Anaya yang memijat kening. "Kamu sakit?" Anaya menggelengkan kepala sambil senyum canggung. Anaya tidak biasa mendapatkan perhatian, jadi rasanya sangta canggung dan mendebarkan saat mama mertuanya memperhatikannya. "Ada apa?" Alaric yang juga ikut berkebun, membantu
'Wajah doang yang galak, sama badan doang yang besar. Tapi makan masih saja harus disuapin,' batin Anaya, senyum kaku pada Dominic lalu segera menyuapi suaminya tersebut. Padahal Anaya hanya bercanda saat menawarkan makan disuap olehnya pada Dominic, ternyata Dominic malah mau. "Jangan menikah dengan Rain, hujan, badia, atau apapun itu," ucap Dominic setelah menelan makanan dari suapan pertama yang Anaya berikan padanya. "Tergantung Mas Dominic." Anaya menjawab santai, "kalau aku diceraikan, yah aku akan menikah …-" "Jadi benar kau berharap menjadi istri Rain?" potong Dominic cepat. "Enggak." Anaya menggelengkan kepala, "Mas Dominic ada rencana yah ingin menceraikanku?" "Menurutmu?!" dingin Dominic. Dia memperlihatkan wajah marah akan tetapi tetap menerima suapan dari Anaya. "Bisa jadi," jawab Anaya. "Jangan harap!" ketus Dominic, segera bangkit dari sofa lalu berjalan ke kamar. Dia marah dan dia tidak ingin makan lagi. "Mas, nasinya belum habis," ucap Anaya, menatap c
Merasa situasi sangat mencekam, Rain segera meminum air di gelas yang ia tawarkan pada Anaya. Dia meminumnya secara buru-buru, panik karena Dominic menatap tajam padanya. Sedangkan Anaya, dia segera meraih gelas dari suaminya lalu minum secara perlahan. "Aku dan Anaya sahabat," ucap Rain panik saat ayahnya menatapnya dengan penuh peringatan dan ancaman. "Sungguh, Ayah." "Menurutku kedekatan Anaya dan Rain itu hal yang bagus," ucap Alaric secara santai, "jika semisal Dominic kembali pada mantan kekasihnya. Aku sendiri yang akan mengurus perceraian Anaya dengan Dominic. Setelah itu Dominic kuusir dari keluarga Theodora dan … Rain akan menikah dengan Anaya." Uhuk' uhuk' Anaya kembali terbatuk-batuk, shock dan horor dengan perkataan ayah mertuanya. Sekalipun marah karena perkataan ayahnya, Dominic tetap peduli pada istrinya. Dia segera memijat tengkuk Anaya yang kembali batuk-batuk–lagi-lagi tersedak. "Rain, kau mau bukan menjaga menantuku semisal Dominic kembali pada mantannya?"
"Jangan sembarangan memeluk orang," ucap Rain, setelah berhasil menjauhkan Larisa dari Dominic. Setelah itu, Rain menatap Anaya dengan ekspresi wajah cemas, "An, kau tidak kenapa-napa, Kak?" "Enggak." Anaya menjawab sambil menggaruk pipi, masih cukup kaget dengan kejadian barusan–Larisa tiba-tiba berlari ke arah suaminya dan berniat memeluknya, lalu tiba-tiba Rain muncu. Rain seketika meletakkan tangan di dada, merasa lega. "Ah, syu …-" Mata Rain tiba-tiba melotot, panik seketika saat menyadari tatapan tajam Dominic, "Tuan, jangan salah paham. Aku dan Anaya hanya sahabat. I-iya kan, An?" "Iya." Anaya menganggukkan kepala, melirik ke arah Dominic yang tampak dingin. Anaya segera merapatkan tubuhnya pada Dominic, memeluk lengan suaminya tersebut secara spontan. Mungkin karena ada Larisa di sini, jadi Anaya … takut! Takut perempuan itu memeluk suaminya. "Kami sahabat doang, Mas," ucap Anaya pada suaminya. Dominic menatap tangan Anaya yang melilit lengannya. Smirk tipis mu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais