"Ck, aku jadi malas di rumahmu, Kek," tambah Darren, duduk di kursi kosong dengan ekspresi kesal. Brak' William langsung memukul meja, membuat Anaya dan para perempuan tersentak kaget. Berbeda dengan para pria yang tampak tenang, sama sekali tak terganggu dengan gebrakan meja. William langsung menatap tajam pada Bianca, wajahnya tampak marah dan menakutkan. "Apa-apaan kau, Bianca?! Tidakkah seseorang mengajarimu sopan santun, Hah?!"Bianca tak menjawab, malah menatap ke arah mamanya untuk meminta bantuan. "A-Ayah, su-sudah menceritakannya padaku. Di-dia bilang ada suara aneh di dalam kamarnya dan dia ketakutan," ucap Baby dengan gugup. Dalam hati, dia mengumpati putrinya yang gila dan bodoh. Baru hari pertama, akan tetapi putrinya sudah berulah. Posisi mereka terancam! "Apapun alasannya tidak seharusnya Bianca bersikap demi kian," geram William. "Ma-maafkan aku, Kakek," ucap Bianca dengan nada muram. "A-aku hanya terlalu takut dan tak tahu harus ke mana. Ka-kamar Mama jauh.""B
Last Updated : 2026-07-02 Read more