Dalam perjalanan kembali, suasana mobil sangat hening. Akas tidak tahu mengapa Salsa membisu begitu saja. Di antara keduanya, tidak ada yang memecahkan kesunyian ini. Yang paling menderita adalah Dimas yang menjadi saksi perselisihan tersebut. Sekarang kepalanya terasa berdenyut, ia berulang kali melirik ke arah kursi belakang. Ingin membuka mulutnya namun menutupnya kembali."Presiden, Nona Salsa. Apartemen nya sudah tiba." Ucap Dimas. Salsa menganggukkan kepalanya dan melangkah keluar. Namun, Akas tidak mengikutinya. Salsa menatap pria itu yang masih diam di dalam mobil, menunggu dengan tenang. Namun Akas hanya mengucapkan beberapa patah kata, "Kamu kembalilah, aku ada urusan." Sama sekali tidak menyentuh masalah. Salsa menganggukkan kepalanya dan berbalik pergi.Dimas menyaksikan Salsa pergi dalam diam, lalu melirik presidennya yang ekspresinya jelas tidak baik. "Pergi ke villa, wanita itu harus menerima akibatnya.' Ucap Akas. Dimas menghela nafas, lalu mengapa orang ini tidak meng
Leer más