"Lalu, ini adalah putriku, Salsa!" Lanjut Henry memperkenalkan Salsa pada Akas. Sudut bibir Salsa berkedut mendengarnya, ia tersenyum sambil menatap Akas sementara Akas juga tersenyum dan menyapa. "Hallo, Salsa." Suara berat yang khas penuh dengan pesona membuat Salsa merasa candu. Untuk sejenak bayangan semalam tentang bagaimana Akas mendesah dan berbicara lembut dengan suara berat di dekat telinganya, membuat telinga salsa memerah semerah tomat.Padahal ketika keduanya berpisah pagi ini, Salsa yang menganggap apa yang terjadi semalam hanyalah kecelakaan tidak lagi berniat menghubungi Akas dan berharap tidak lagi bertemu dengan pihak lain. Tidak pernah menyangka bahwa baru saja Salsa berpikir demikian namun ketika ia tiba di rumah, ia melihat Akas yang tidak ingin di temuinya."Ngomong ngomong Akas, kamu pernah berkata bahwa jika aku memiliki anak, kamu akan menjadi ayah baptis anakku. Atau karena Paman Akas mu sudah berkata bahwa dia ingin kamu jadi putri baptisnya. Jadi Salsa, kamu
Read more