Share

Chapter 149

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-08-02 15:18:41

Akas hendak beranjak mencari keberadaan Salsa. Pada saat ini dari pintu kamar yang terbuka lebar, salah satu jalan masuk sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur. "Jangan bangun dari tempat tidur, Apakah demamnya sudah turun? Aku memasakkan makan malam. Makanlah selagi hangat dan jangan tertawakan jika rasanya tidak enak." Celetuk Salsa.

Akas terdiam memandang semangkuk bubur itu dalam dalam. Biasanya Ia hanya mendapatkan semangkuk bubur dari bibit pengasuh, dari pelayan atau dari koki. Ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 155

    Ketika Salsa melakukan hal itu, memandang ke arah leher Akas membayangkan kalung pasangan tersebut terpatri disana. Siapa yang sangka Akas akan salah paham? Ini salah Salsa yang memiliki sepasang mata tak bisa diam. Pada akhirnya Akas yang menyadari kemana pandangan Salsa mengarah, langsung meraih tengkuk Salsa dan mencium juga melumat bibir gadis itu dengan intens.Salsa memberontak, berusaha mendorong Akas menjauh. Ketika Akas melepaskan cengkeramannya, Salsa mulai menggerutu dengan kesal. "Kenapa kamu asal cium saja?" Celetuk Salsa, ia mengusap bibirnya dan memalingkan wajahnya. Namun Akas menahannya sambil berkata, "Siapa yang suruh kamu memandangku seperti itu? Apa yang kamu lihat baru saja?" Tanya Akas penasaran.Salsa tersipu malu, ia buru buru bangkit dan berlari menuju kamar mandi sementara Akas menyelesaikan perintahnya pada Dimas tentang kalung tersebut. Selesai menyelesaikan urusannya, Akas duduk bersandar pada sofa. Salsa berjalan mendekat sambil membawa makanan. Hanya se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 154

    Selesai kelas selanjutnya, bel baru saja berdering dan Salsa sudah melarikan diri lebih dulu. Dia tidak tahan untuk duduk di samping Rossa lebih lama lagi, atau orang itu akan terus mengusiknya dan menanyainya tentang siapa pria itu. Jadi sebelum Rosa sempat bereaksi, begitu bel berdering Salsa melarikan diri lebih dulu. Keluar dari gedung Universitas, Salsa berjalan cepat menuju gerbang. Dalam perjalanan, suruh mata selalu mengarah padanya. Tidak jarang Salsa mendengar bisik-bisik yang membahas tentang dirinya. Entah itu baik atau buruk, pada akhirnya seperti inilah konsekuensinya. Ilham berhasil menariknya ke sorotan publik Universitas. Apakah bisa dikatakan sejak Salsa menginjakkan kaki di Universitas ini, dia sudah ditakdirkan menjadi orang yang populer. Sebelumnya itu hanya masalah antara dirinya dan Audrey, yang tidak terlalu menarik. Namun sekarang ada Ilham yang seperti bahan bakarnya, membakar seluruh hutan tanpa terkecuali. Salsa baru saja melangkah keluar dari gerbang un

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 153

    Salsa berlari turun ke lantai bawah, iya langsung menuju pintu keluar bertemu dengan kerumunan besar orang. Di tengah kerumunan, Ilham masih berdiri membawa buket bunga besar. Salsa menghentikan langkahnya, namun ia sama sekali tidak mengubah ekspresinya. "Salsa, Aku mencintaimu, maukah kamu jadi kekasihku." Ulang Ilham sekali lagi untuk pernyataan cintanya pada Salsa. Sejujurnya, ini bukan kali pertama Salsa mendapatkan pengakuan cinta. Sudah ada banyak surat cinta di mejanya terakhir kali, Salsa mengumpulkannya namun sama sekali tidak memperdulikannya. Ia hanya meletakkannya di sebuah kotak, lalu mengabaikannya. Namun Ilham berbeda, pernyataan cintanya terlalu tulus, keramaiannya terlalu menyebar luas. Karena status Ilham ada di sana, Dia adalah seorang ketua badan Eksekutif Mahasiswa, gerak-geriknya dipantau oleh seluruh kampus. Bahkan termasuk dosen-dosen mereka.Salsa membuka mulutnya, hampir semua orang jelas sudah menantikan jawabannya. Mereka berpikir, menduga, dan mengira h

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 152

    Di universitas, Salsa tidak bisa fokus pada mata kuliahnya hari ini. Sepanjang jam kuliah, ia memandang ke arah handphone. Takut sewaktu waktu Akas menghubunginya karena sesuatu terjadi di rumah, namun karena ia terlambat mengangkatnya akan menjadi bencana.Hingga mata kuliah berakhir, Salsa menghela nafas lega. Sepertinya Akas baik baik saja, ia mengambil handphone nya dan menanyakan tentang kondisi pihak lain. Namun lama tidak mendapat jawaban dari Akas membuatnya merasa kecewa."Kenapa nona muda? Kenapa rasanya hari ini kamu sangat murung dan tidak fokus?" Tanya Rosa yang baru saja tiba membawa berbagai bingkisan makanan di tangannya. Salsa mendongak dengan kesal karena pesannya masih belum juga dibalas. Melihat makanan di pelukan Rosa, ia mengambil satu satu di antaranya begitu saja.Rosa terkejut mendapati bahwa suasana hati Salsa memang sangat buruk belakangan ini. Tiga hari ia diam dan terus merenung di kelas, ia tidak fokus dan menatap handphone nya lama sekali. Ia mengira har

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 151

    Dimas baru saja pergi, Akas bersandar di sofa dengan lelah. Pusing yang awalnya mereda kembali terasa sakit sekarang. Akas memejamkan matanya, mulai mengistirahatkan dirinya sendiri. Jika tidak, ketika Salsa kembali, ia akan melihatnya kembali jatuh sakit. Akas mungkin akan di omeli selama tiga hari tiga malam. Tidak apa apa jika hanya berteriak dan membentak, namun jika harus perang dingin lagi, Akas tidak mampu.Pada saat ini, telephone nya berdering. Akas mengangkat ponselnya dan melihat bahwa yang menghubunginya adalah ibunya. Firasat buruk merasuk dalam benak Akas. Apa yang terjadi di mall beberapa waktu yang laku pasti sudah sampai di telinga ibunya. Meski Akas tidak ingin mengangkat telepon, bagaimanapun pihak lain adalah ibunya. Akas tidak bisa mengabaikan nya.Begitu telephone terhubung, anehnya Diana tidak langsung berbicara. Kesunyian itu berlangsung cukup lama meski telephone sudah terhubung. Jantung Akas berdegup dengan kencang, ia tahu bahwa diam dari ibunya adalah masal

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 150

    Keesokan paginya, ketika Akas terbangun Salsa sudah tidak berada di atas ranjang. Ranjang besar itu hanya menyisakan Akas seorang diri. Akas melihat bahwa infusnya juga sudah dicabut. Ia hendak bangkit dari tempat tidur. Lagipula kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia tidak lagi demam, hanya sedikit pusing. Efek obatnya bekerja sangat baik.Namun belum sempat Akas berdiri, Salsa datang sambil membawa nampan dan semangkuk bubur. "Istirahat di rumah hari ini, makan buburnya lalu minum obatnya. Aku masih ada kelas, jadi aku harus pergi. Paman sudah tua, jangan seperti anak kecil. Minum obatnya tepat waktu." Ucap Salsa sambil menyerahkan nampan berisi semangkuk bubur itu pada Akas sebelum berlari pergi.Akas terdiam, menatap kepergian Salsa dalam diam. Melihat jam dinding, jam pertama mata kuliah Salsa memang hampir dimulai. Ia menyesap bubur itu sampai habis, lalu meminum obatnya tepat waktu. Baru kemudian sambil bersandar di sandaran tempat tidur, ia mengambil handphone ny

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 48

    "Sebenarnya sesuatu terjadi di rumah. Ayah membawa pulang seorang wanita dan anaknya." Salsa berkata dengan suara lirih. Hanya dari beberapa kalimat itu, Crystal yang sudah marah menjadi semakin marah. Ia menggenggam tangannya erat dan seketika ikut merasakan rasa sesak yang Salsa rasakan."Lalu ap

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 46

    Setelah beberapa saat suasana mereda, sekelompok mahasiswi itu perlahan duduk kembali di kursi mereka. Baru kemudian Crystal akhirnya dapat melihat penampilan profesor Adam tersebut. Ketika Crystal mendongak, kebetulan matanya bertemu dengan sepasang mata dibalik kacamata berbingkai tipis milik Adam

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 45

    "Nona muda, wanita itu sudah ditemukan." Ucap sang bodyguard sambil membawa dokumen di dalam sebuah amplop coklat. Ia memberikannya pada Isla, sementara Isla yang baru saja bangun tidur masih mengusap matanya yang memerah karena terlalu banyak menangis semalam.Melihat dokumen yang disodorkan oleh

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 43

    Carles yang mendengar pertanyaan itu melirik Adam dengan ringan. "Ya begitu, apa lagi yang harus ku lakukan? Lagipula kita berdua sama sama mau." Ucap Carles ringan. Adam mengerutkan keningnya dan bertanya kembali. "Lalu bagaimana jika kita berdua dalam keadaan tidak sadar?" Tanyanya dengan ragu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status