Begitu Akas berkata, sekelompok pelayan berlari pergi ke dapur untuk mengambil air dingin. Ia kemudian melemparkan air dingin itu pada pelayan yang masih terlelap di atas tempat tidur. Merasakan air dingin yang menusuk tulang, kesadarannya akhirnya terbangun. Pelayan itu mengerjapkan matanya sejenak, hingga ia benar benar mengumpulkan seluruh kesadaran nya.Ia bangkit duduk dengan tergesa gesa, melihat bahwa ia dikelilingi oleh sekelompok besar orang, mau tidak mau ia gemetar ketakutan. Apa yang sebenarnya terjadi disini? Mengapa ia bisa ada di tempat ini dan tertidur di sini? "Tu-tuan besar." Pelayan itu menundukkan kepalanya dengan penuh kebingungan dan rasa bersalah."Katakan padaku, bagaimana kamu bisa tertidur disini?" Emosi Akas sedang tidak stabil saat ini. Nada suaranya keras dan penuh amarah, meski Akas berusaha menenangkan dirinya, hasilnya nihil. Akas mungkin akan tetap tenang meski gunung runtuh sekalipun, namun ia tidak bisa tenang ketika masalah itu melibatkan Salsa."Sa
อ่านเพิ่มเติม