Di sebuah rumah lama, bukan sebuah markas khusus. Lebih tepatnya seperti rumah kuno peninggalan para leluhur. Yang tinggal disini adalah paman pertama Akas, dia sedang duduk di kursi utama sambil memegang rokok. Menghisapnya beberapa kali, sambil menatap yang lain dengan dingin."Bagaimana menurut kalian?" Paman pertama Akas, Sam akhirnya angkat bicara memecahkan suasana sunyi di ruangan tersebut. Namun tidak ada jawaban, paman kedua Akas mengernyit dan sekali lagi menjelaskan situasinya. "Kalian tahu, gadis yang bernama Salsa itu adalah kelemahan Akas. Kalian lihat sendiri bagaimana Akas sangat melindungi yang terakhir kali, jika bisa kita harus mendapatkan Gadis itu untuk mengendalikan keponakanku yang baik." Pikir Paman kedua Akas. "Kita berhasil membawa Akas keluar dari sarangnya. Jika kita menerobos villa, bagaimana menurutmu?" Sepupu Akas ikut angkat bicara. Awalnya mereka ingin menemui Salsa secara wajar, dengan alasan ketua yang menemui juniornya. Apalagi Salsa baru mengala
อ่านเพิ่มเติม