Kedamaian yang mereka rasakan adalah jeda yang berharga, menenangkan saraf yang tegang.Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Pada hari kelima, langit mulai berubah. Dari kejauhan, gulungan awan gelap raksasa muncul, bukan awan badai biasa, melainkan massa berputar yang memancarkan aura mengancam. Udara menjadi berat, kelembapan merayap, dan angin, yang tadinya sepoi, kini meraung seperti binatang buas yang terbangun dari tidur panjang."Badai!" teriak seorang kru dari puncak tiang, suaranya nyaris tertelan oleh deru angin yang semakin kencang.Kapal mulai berguncang hebat. Wu Teng, Ling'er, dan Lin Wei segera berpegangan pada tiang utama. Ling'er mengerutkan keningnya, matanya memejam. "Bukan hanya badai biasa," bisiknya, suaranya tegang. "Aku merasakan energi gelap di dalamnya. Ia... seperti mencari sesuatu."Dan memang, seolah menuruti firasat Ling'er, badai itu mulai menunjukkan keganasannya. Ombak
Read more