Damian menarik Agatha ke rangkulannya. Dia tak memberi celah, hanya merangkul sangat erat, seolah takut wanitanya akan lepas dan terbang terbawa angin rooftop.“Jadi, selama ini kamu tak mau mengumumkan pernikahan kita karena takut aturan konyol itu?” tanya Damian lembut.Nathan ternganga. “Bro, ini serius masih lo? Gue gak pernah dengar lo ngomong sekalem ini.”Damian tak menggubris Nathan. Pandangannya masih terpaku kepada Agatha.“Eh, nggak gitu …. Anu …. Aku kan, juga masih baru keguguran, Dam.” Agatha memerah.“Sebelum kamu keguguran, kamu sudah menolak mengumumkan pernikahan kita.”Agatha memalingkan muka ke arah lain. Namun, satu tangan Damian yang tidak merangkulnya, segera bergerak sigap menjelit dagu wanita itu, lalu mendongakkannya agar menatap Damian.“Jujur saja,” perintah Damian dengan nada tegas yang tak bisa terbantahkan.Agatha menggigit bibir. Dia membelalak saat Damian tiba-tiba menundukkan kepala dan berbisik ke telinganya.“Katakan atau aku akan menciummu di sini.
อ่านเพิ่มเติม