“Fellowship di Mayo Clinic, ya? Terima aja, Tha. Itu salah satu pusat medis terbaik di dunia. Gengsinya segede langit. Apalagi kamu direkom langsung sama konsulen luar. Gimana nggak keren, tuh?” Agatha menatap Sonya. “Tapi 12 bulan, Son. Setahun penuh aku bakal stay di Amrik sono.” “Ya, nggak apa-apa. Takut LDM sama dokter Damian? Anggap saja ini ujian cinta kalian. Sudah lolos dari jin dasim Victoria itu, masak LDM setahun doang nggak tahan?” Sonya benar-benar kompor. “Bang Deni, kasih pendapat, dong.” Agatha memohon. Pria itu sedikit tersentak karena kesibukannya membuat gelang manik-manik terganggu. “Aku sih, oke saja, Tha. Sepakat sama Sonya. Kesempatan besar ini nggak datang dua kali. Seluruh ners di dunia ini bahkan pengen banget bisa magang di Mayo Clinic.” “Bener itu. Lulusan sana pasti diuber sama seluruh rumah sakit. Mikir apa lagi? Kamu nggak sedang promil, kan?” Wajah Agatha memerah. Kehamilan adalah topik sensitif baginya. Bukan karena dia pernah keguguran, melainka
อ่านเพิ่มเติม