“Gue kira, lo lakuin ini buat Natasha. Rumornya santer banget lo jadian sama dia. Gue ikut seneng, tapi kalau progress-nya jadi kayak sekarang, gimana gue bisa seneng?”Damian meneguk kopinya. Di sebelahnya, Direktur Novera menggeleng-geleng.“Dokter jantung yang suka larang pasiennya ngopi, tapi malah jadi coffee addict.” Direktur berdecak. “Oke, gue udah lolosin permintaan perdana lo. Lo minta Natasha “dibuang” ke Jerman, gue oke. Lo minta perawat kecil itu dirotasi ke ranap, gue oke. Tunggu ….”Damian melirik Direktur. Pria sebaya dengannya yang juga mantan teman SMA dan kuliahnya. RS Novera semakin maju setelah bisnis keluarga itu diambil alih oleh generasi terakhir, alias oleh teman Damian.“Dibuang kesannya terlalu kejam.”“Emang apa sebutannya, Brother? Lo kan, emang buang Natasha. Untung aja emang ada slot pendidikan dokter dari RS. Kalau nggak, wah. Bisa habis gue dicincang Bokap.”Damian mengangguk. “Terima kasih untuk bantuannya.”“Formal amat, Bro? Dan stop alihkan topik p
Read more