Dua hari berlalu. Setelah menjalani istirahat total di rumah dengan telaten, sambil secara patuh meminum pil pereda mual yang diresepkan dokter, kondisi fisik Bayu akhirnya pulih sepenuhnya. Wajahnya yang sempat pucat kini telah kembali merona bugar, dan ketegasannya sebagai seorang pemimpin puncak kembali terpancar sempurna.Pagi itu, suasana di ruang rapat utama terasa sangat formal. Seluruh jajaran manajer senior, kepala divisi, serta jajaran staf penting berkumpul mengelilingi meja berukuran besar. Di sudut barisan belakang staf sekretariat, Tasya berdiri memeluk map kerja dengan raut wajah kaku, sementara Silvy duduk di sampingnya.Di ujung meja utama, Bayu berdiri tegap. Pria itu menyapu pandangan ke seluruh ruangan sebelum melangkah menuju mimbar kecil di depan layar proyektor."Selamat pagi, semuanya," sapa Bayu dengan suara baritonnya yang mantap dan menggema berwibawa."Selamat pagi, Pak Bayu," sahut jajaran peserta rapat serentak."Terima kasih atas kehadiran semuanya.
더 보기