Tasya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa malu yang menghantam seluruh pertahanannya. Wajahnya terasa panas membakar akibat tatapan sinis dan bisik-bisik dari para pengunjung serta petugas medis di koridor. Tanpa memedulikan mamanya yang masih sibuk berlutut meraup lembaran uang di lantai marmer, dia membalikkan badan secara mendadak.DIa melangkah sangat cepat dengan hentakan sepatu hak tingginya yang bergema keras di sepanjang lorong, melintasi pintu kaca otomatis, lalu berlari kecil menuju pelataran parkir rumah sakit.Setibanya di mobil, Tasya membuka pintu pengemudi dengan kasar, menghempaskan tubuhnya ke dalam kabin, lalu membanting pintu hingga terdengar dentuman keras. Tangannya mengepal kuat menghantam lingkar kemudi, meluapkan seluruh emosi, amarah, dan rasa malu yang meluap-luap di dalam dadanya.Tak lama kemudian, pintu penumpang depan terbuka tergesa-gesa. Mamanya masuk dengan napas terengah-engah, wajahnya tampak segar dan berseri-seri. Tangan wanita paruh baya it
더 보기