“Aku memang bersalah, aku mabuk semalam.” Masih dengan bisikan kecil, Winter menunjukkan wajah menyesalnya sedikit.“Dia tiba-tiba menciumku –“ Winter sengaja menggigit bibir bawahnya sendiri, lalu kembali menatap Denzel. “Aku sampai kewalahan.”Denzel terdiam, tidak sedetikpun beralih lagi wajah Winter yang sedang menunjukkan belas kasih. Namun, tetap saja ada senyuman kecil di bibir wanita itu.Ada kilatan emosi yang sengaja Denzel perlihatkan. Sampai detik-detik selanjutnya, bibir lelaki itu mulai menjepit. Tak tahan, Denzel pun tiba-tiba tertawa.“Apa katamu? Hahaha!”Senyum Winter perlahan memudar.“Kau ini, hahaha ....” Denzel menggeleng ringan.Dia menarik napas, lalu mulai menurunkan tawanya sambil berkata, “Terlalu banyak berkhayal.”“Storm?” ulang Denzel, seolah nama itu terdengar asing dalam obrolan seperti ini. “Kau pikir dia akan menyentuhmu?”“Dia adalah lelaki sok suci yang tidak suka menyentuh sembarang wanita. Ah ....” Jari Denzel bergerak di depan wajahnya. “Bukan, ba
Last Updated : 2026-03-28 Read more