“Aku berhasil membawakan ini untukmu.” Mark tersenyum lebar begitu masuk ke ruangan Winter sambil mengangkat kantong belanjanya.“Sayang, nanti kamu –“Kalimat Mark terhenti, termasuk langkahnya ikut berhenti begitu netranya menemukan sesuatu yang tak biasa di ruangan Winter.Kertas-kertas yang biasa tertata rapi di map-map dan berjejer di rak, kini berserakan. Ada yang di kursi, di meja, bahkan tercecer di lantai. Bukan karena baru ada kehebohan, atau kerusuhan. Namun, sepertinya pelaku utama adalah Winter sendiri.Wanita itu sedang berdiri di atas kursi, menjinjit, mencoba mengambil sesuatu dari rak atas.“Winter!”Mark refleks bergerak cepat mendekat. Sempat dia meletakkan kantong belanja di meja kemudian menahan kursi yang nyaris oleng kalau saja dia tidak menangkap tepat waktu.“Astaga, kamu sedang apa?”Winter menoleh sedikit saat Mark kini memegang pinggangnya dan membantunya turun dengan hati-hati.“Sedang apa, hm?” tanyanya, jelas tidak suka. “Kalau jatuh bagaimana?”Winter m
Last Updated : 2026-04-10 Read more