“Ayo, sapa calon ayahmu,” bisik Diana.Winter menelan ludahnya, membalas tatapan orang yang paling ditakuti di Texas.“Selamat malam, Tuan,” sapanya mencoba mengendalikan diri.Dan di kursi seberang, Denzel tersenyum mengejek. Di depannya saja tadi sangat berani, begitu di hadapan kepala keluarga, langsung menciut.“Pa, aku sudah membawanya sesuai perintahmu. Tanpa lecet apapun. Aku membawanya dengan sangat lembut dan hati-hati,” ucap Denzel santai menunjuk pada Winter yang masih berdiri di depan kursinya.Winter melirik tajam. Tanpa lecet? Lengannya saja hampir copot karena diborgol. Badan juga pegal-pegal karena dibiarkan duduk di lantai selama berjam-jam.Simon Libermon, pria itu mengangguk memberi isyarat supaya tamunya untuk duduk. Barulah Winter menuruti.“Kau Winter.” Suara berat itu akhirnya bisa Winter dengar.“Anak Diana?” lanjut Simon masih dengan nada datarnya.Winter menelan ludah. “Iya.”Pria itu menyandarkan punggung, jarinya saling bertaut. “Kau lebih menarik dari foto
Last Updated : 2026-02-19 Read more