Keesokan paginya Bimo sudah siap mendapatkan amukan Sella dan Mayang di rumah. Dia sampai tidak bisa tidur karena merasa bersalah.Namun, begitu pintu terbuka, suasana rumah terasa tenang. Aroma masakan yang sedap menyeruak dari arah dapur.”Eh, Mas Bimo sudah pulang? Kok nggak ngabarin kalau mau sarapan di rumah?” Sella muncul dari dapur dengan senyum manis yang menawan, seolah video call semalam tidak pernah terjadi.”Iya Nak, sini duduk. Mama baru saja selesai memasak nasi goreng spesial buat kamu,”sahut Mayang sambil merangkul lengan Bimo dan menuntunnya ke meja makan lalu duduk di atas kursi mereka masing-masing. Bimo terpaku. Ia menatap Sella dengan wajah kebingungan.”Sella... soal semalam... aku…””Sssttt, Mas. Lupakan soal semalam. Kamu pasti capek banget kan ngurusin pekerjaan sama Baskoro? Sekarang yang penting kamu makan dulu, ya,”potong Sella sambil menyendokkan nasi goreng ke atas piring Bimo.Ketakutan Bimo perlahan sirna, digantikan dengan rasa lapar. Tanpa curig
Terakhir Diperbarui : 2026-04-20 Baca selengkapnya