Bimo menelan ludah kasar. Mayang, yang sejak tadi duduk di kursi belakang, mulai mencondongkan tubuhnya ke depan. Tangan mama mertuanya itu merayap ke depan, mengusap leher Bimo dan menarik kerah kemejanya perlahan.“Kamu sudah cukup banyak bermain di luar hari ini, Bimo,” bisik Mayang tepat di telinga Bimo, hembusan nafas mama mertuanya itu membuat sekujur tubuh Bimo merinding. “Sekarang, waktunya kamu membayar semua waktu yang terbuang.” Mereka turun dari mobil dengan Bimo yang berada di tengah, diapit oleh kedua wanita itu seolah ia adalah tawanan. Begitu masuk ke dalam rumah, Mayang langsung mengunci pintunya. Sedangkan Sella mulai melepas tasnya dan berjalan mendekati Bimo sambil melepaskan kancing kemejanya satu per satu.“Ayo kita kembali berpesta, mumpung Tiara belum pulang,” ucap Sella tak sabar. Baru saja Sella melepaskan dua kancing atasan kemeja Bimo, tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki mendekat. Mereka terkejut saat melihat Tiara tengah berdiri di hadapan mer
Terakhir Diperbarui : 2026-04-23 Baca selengkapnya