共有

Bab 155 Menyusun Rencana

作者: Sora Archery
last update 公開日: 2026-04-20 22:14:52
“B-Bu, sepertinya ini terlalu berlebihan. A-apa tidak sebaiknya Ibu langsung praktek saja dengan teman kencannya Ibu?” ucap Bimo terbata-bata dengan wajah memerah saat melihat Bu Zola memperlihatkan kewanitaannya yang mulus dan rambut-rambut halus.

“Pak Bimo, saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya tidak ingin terlihat cupu di depan teman kencan saya. Pak Bimo pasti lebih berpengalaman soal ini bukan? Saya dengar kabar miring di kantor ini, katanya Pak Bimo sering masuk ke ruangan Bu Arini ya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (8)
goodnovel comment avatar
Zahrah Abti
enak bgt yaj jadi si bimo
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
moga aja vanya bisa cepat ketemu dan kasusnya terungkap juga
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
semoga aj perjuangan mu nggk sia2 Baskoro
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 508 Pentas Drama

    Bimo tak punya banyak waktu untuk berpikir. Dia langsung mematikan panggilan teleponnya lalu segera pergi ke apartemen Prof. Malik. Sesampainya disana, dia menekan password yang tempo hari dimasukkan oleh Baskoro. Pintu apartemen itu otomatis terbuka lebar, dia segera merangsek masuk dan mencari keberadaan Prof. Malik disana. “Prof.Malik! Prof. Malik!” seru Bimo memanggil nama pria itu seraya mencarinya dari segala sudut apartemen. “Bimo, kamu mencari saya?” suara bariton yang terdengar berat itu seolah menghentikan detak jantungnya. DEG! Tubuhnya perlahan memutar ke arah belakang dan melihat Prof. Malik tengah berdiri di hadapannya sambil memegang dua cangkir kopi di tangannya. Asap kopi Itu terlihat mengepul di udara, aromanya menyeruak ke seluruh ruangan apartemen ini. “Saya baru saja dari dapur tadi. Ayo kita minum kopi dulu,” ajak Prof. Malik seraya berjalan menuju ruang tamu lebih dulu. Prof. Malik meletakkan kedua cangkir kopi itu di atas meja kaca. Wajahnya tampak buga

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 507 Menghindar

    Staff Keuangan terpaku di ambang pintu, wajahnya terlihat syok dan tubuhnya gemetar. Laporan itu hampir saja jatuh dari kedua tangannya. “M-Maaf Bos, s-saya tidak tahu kalau Bos lagi bercocok tanam. Permisi!” staff itu dengan cepat menutup rapat pintu ruangannya. Wajahnya merah padam seperti kepiting rebus. Bukannya berhenti, Bimo malah kembali melanjutkan genjotannya dan menambah daya mode getaran dan kembang kempisnya ke level maksimal. Drrrttt… drrrrtt… drrrrtt… “OUHH TIDAAAAKKK!!” pekik Vanya, kepalanya mendongak ke atas dengan mata terbelalak ke atas menatap langit-langit ruangannya. Di waktu yang bersamaan seluruh tubuh wanita itu kembali kejang-kejang tak terkendali dan liang sempitnya berkedut-kedut menyedot miliknya. Air bah Vanya kembali menghantam batangnya berkali-kali dan bercucuran hingga jatuh ke bawah lantai. Bimo menyeringai seraya mendorong keras pinggulnya, membuat Vanya kembali memekik nikmat.”Aku belum keluar tapi kamu sudah klimaks berkali-kali. Kamu akan p

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 506 Kembang Kempis

    Bimo terkekeh pelan saat mendengarnya rayuan wanita itu. ​”Menenangkan hal yang lain, hem?” Bimo ​memajukan tubuhnya, mengikis jarak di antara mereka lalu meraih jemari Vanya yang lembut di atas meja. ​Vanya menelan ludah dengan susah payah seraya menatap kedua manik mata Bimo. Kejantanan Bimo di balik celana mulai membesar dan mengeras hingga terasa sesak menyakitkan. ​”M-Mas Bimo…” desah Vanya lirih, dadanya yang montok naik turun terengah. “A-Aku serius... aku mau…”​Tanpa memberi aba-aba, Bimo berdiri dan memutar posisinya ke samping kursi Vanya. Kemudian, dia menarik tengkuk wanita itu dan melumat bibir plum merahnya dengan bergairah. Vanya terperanjat kaget, namun perlahan matanya terpejam dan kedua tangannya terulur merengkuh leher Bimo dengan erat sambil membalas ciuman itu dengan desahan yang tertahan.“Mmphhh…mmmpphhh…mmpphh…” Lidah mereka saling bertautan dan membelit satu sama lain di dalam sana. Mereka juga saling menghisap saliva satu sama lain hingga mengering.

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 505 Misteri Yang Terungkap

    Jantung Bimo seolah berhenti berdetak saat mendengar suara Prof. Malik. Bukankah pria itu sudah dibius sebelumnya? Kenapa bisa tiba-tiba terbangun? Dia dan yang lainnya perlahan berbalik dengan tubuh gemetar ketakutan. Di atas ranjang, Prof. Malik masih berbaring dan memejamkan kedua matanya. Mereka reflek menghembuskan nafas lega secara bersamaan. “Astaga, aku pikir obat bius itu tidak manjur. Sepertinya pria itu mengigau sebelum benar-benar jatuh pingsan,” ucap Angel seraya mengelus dadanya. “Ayo, jangan buang waktu lagi. Ayo kita cari bukti yang lain,” ajak Bimo seraya melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 00.30. Mereka masih memiliki waktu sekitar kurang lebih 30 menit lagi untuk mencari bukti lainnya. Mereka kembali mencari bukti lainnya yang bisa mereka temukan. Hampir 25 menit berlalu, Bimo akhirnya menemukan surat rujukan pengangkatan tahi lalat di bawah mata kirinya Prof. Malik. “Lihat, aku menemukan surat rujukan ke Rumah Sakit Medika. Prof Malik pernah mela

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 504 Menyelinap Masuk

    Malam ini Bimo datang ke apartemen Prof. Malik bersama Baskoro dan Angel. Tujuan mereka datang kesana untuk mencari tau apakah pria itu benar-benar Prof. Malik yang asli. Sesampainya disana, Baskoro dengan cekatan menaburkan bubuk terigu di permukaan scan finger apartemen Prof. Malik. Setelah itu, terlihat jejak sidik jari Prof Malik menempel di angka 6,9,1,0,5, dan 7. “Bas, bagaimana kita bisa tahu berapa kode password apartemennya? Kalau kita salah memasukkan angka sebanyak 3 kali, pintunya akan terkunci otomatis selama 24 jam dan alarmnya akan berbunyi,” tanya Bimo seraya melirik ke kanan dan ke kiri, takut jika ada Security yang lewat. “Tenang Bimo, untuk mengetahui urutan angkanya kita tinggal melihat tingkat ketebalan bubuk terigu yang menempel di tombol-tombol itu,” jawab Baskoro seraya mengarahkan lampu senter kecil ke arah keypad.​Angel ikut mendekatkan wajahnya, mengamati dengan teliti. “Tombol yang paling pertama ditekan pasti memiliki jejak sidik jari yang paling tebal

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 503 Kecurigaan Vanya

    Bimo tengah duduk menunggu kedatangan Vanya di dalam ruangannya. Dia tidak tahu kenapa istri sahabatnya itu ingin mengajaknya untuk bertemu. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya. Tok… tok… tok… “Silahkan masuk!” serunya. Gagang pintu dibuka dari luar, disana terlihat Vanya berdiri dengan pakaian rapi dan modis yang menutupi tubuh montoknya. Wanita itu masuk ke dalam ruangannya dan menutup rapat pintunya. Bimo terpesona melihat kecantikan Vanya siang ini.”Vanya, ayo duduklah. Aku baru saja menyiapkan es kopi Americano dan pisang goreng untukmu.” Vanya tersenyum simpul seraya duduk di hadapan Bimo.”Wah, terima kasih banyak. Mas tahu banget aku lagi laper dan haus. Di luar panas banget ya cuacanya.” “Iya, sekarang memasuki musim kemarau. Asap jerebu ada dimana-mana dan sangat tebal terutama pada pagi dan malam hari. Jangan lupa pakai masker kalau mau bepergian kemana-mana,” jawab Bimo penuh perhatian. Vanya mengeluarkan masker bermotif heloki

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status