Bimo masih bingung apa sebenarnya yang terjadi padanya dan kenapa dia bisa berakhir di tempat ini. Saat jam istirahat, dia sengaja berbaur dengan para tahanan lain di kantin untuk menanyakan kebingungannya ini. “Permisi, apa saya boleh duduk bersama kalian,” sapa Bimo dengan ramah pada rombongan tahanan yang duduk di meja tengah. “Boleh,” sahut salah satu dari mereka seraya bergeser dari tempat duduknya agar Bimo dapat duduk disana. “Terima kasih,” Bimo menaruh makanannya di atas meja lalu duduk di kursi panjang itu bersama dengan mereka. Pria berambut gondrong tiba-tiba saja memberikan sepotong daging ke atas piringnya Bimo dengan tatapan prihatin.” Makanlah ini sobat, meskipun anumu besar,tebal dan berurat tapi jika kamu tidak bisa memuaskan Kepala Penjara malam ini, besok kamu akan berakhir menjadi makanan para hiu peliharaannya.” Bimo terkekeh saat mendengarnya.”Tenang saja, kalian tidak perlu cemas soal itu. Bagaimana kalau kita taruhan. Jika aku masih hidup apa yang ak
Last Updated : 2026-09-01 Read more