Vanya melihat ke sekitarnya yang tampak ramai, para pengunjung terus berdatangan ke tenant Bimo Point Coffee. “Sepertinya tidak sekarang, hari ini Mas pasti sangat sibuk sekali. Bagaimana kalau besok kita bicara lagi?” tawar Vanya. “Boleh, besok aku kerumahmu saja. Kasihan anakmu jika di tinggal. Anto ada di rumah kan besok malam?” tanya Bimo. “Mas Anto kayaknya lembur deh. Paling telat dia pulang jam 11 atau jam 12 malam,” jawab Vanya tampak lesu dan kurang bersemangat.“Hem, kebutuhan hidup semakin tinggi. Semua bahan pokok naik. Anto pasti bekerja keras untuk memenuhi semua itu untuk kamu dan anak kalian,” ucap Bimo berusaha menghibur Vanya. “Iya, benar apa yang Mas katakan. Aku memang istri yang kurang bersyukur. Suamiku banting tulang kerja sampai lembur, tapi aku selalu merasa kurang,” ucap Vanya merasa bersalah sambil mengaduk-aduk es kopinya. “No, jangan bilang seperti itu. Perasaanmu valid kok. Kamu hanya menginginkan perhatian dan itu juga dirasakan oleh para wanita di
Last Updated : 2026-08-28 Read more