“Apa yang kamu lakukan di sini!” Terlambat. Kania terlambat untuk keluar dari ruangan ini, hal yang dia takutkan terjadi. Dia ketahuan dan sialnya Nayla sudah ada di depan pintu utama dengan wajah penuh kecurigaan. Tidak ada gunanya mengelak lagi. “Maaf, mbak aku tadib mencari sprei dan bad cover tapi malah masuk ke ruangan ini.” “Jangan bohong kamu pasti mau mencuri sesuatu!” “Ti-tidak, mbak. Aku tidak mencuri apapun.” Kania mengepalkan tangannya erat, dalam hati dia menghitung mundur, masih sepuluh menit lagi. Dia harus mengulur waktu jangan sampai Nayla atau Darma memeriksa laptop itu. Dia mengambil resiko dengan mengirim video itu ke penyimpanan awan miliknya. Langkah yang nekad memang tapi jika berhasil pasti akan sepadan dengan pengorbanannya. “Sungguh, mbak aku hanya mencari sprei untuk kamar mbak, mbak bilang baunya membuat mual.” “Kamu-“ kata Nayla tapi kata-katanya tak pernah selesai Kania menatap tak berkedip perubahan ekspresi Nayla yang semula marah m
Read more