Sari masih memeluk erat tubuh gemetar Mirah di tengah keheningan kamar VVIP nomor satu, setelah langkah kaki Fandi yang angkuh lenyap dari koridor tangga.Mirah menyeka sisa air mata panasnya dengan ujung kemben sutra hijau, mencoba menghentikan kepanikan batinnya yang sudah melampaui batas waras.Kini, malam kian merambat pekat menuju tengah malam buta, mengubah riuh bising ruko Selatan menjadi kesunyian yang mencekam.'Gusti, si Fandi beneran mau seret tubuh gue ke vila privatnya besok siang, gue harus bergerak cepat sebelum fajar merusak segalanya,' bisik Mirah dalam hati.Gara-gara ketakutan di bawah ancaman draf kontrak saham Agam, Mirah segera memberikan isyarat mata kepada asisten mudanya."Sar, lo keluar sekarang lewat jalur kasir belakang, pastiin si Nani sama Maya udah mendengkur di kamar loker mereka!" perintah Mirah berbisik liris."Aa... anu, Mbak Mirah, be-beneran saya harus cek koridor bawah? T-ta-tapi jantung saya masih berde
Terakhir Diperbarui : 2026-06-05 Baca selengkapnya