Korek zippo di tangan Nani masih bergetar, memantulkan kilatan api kecil yang nyaris menyentuh lantai. Mirah melangkah maju dengan cepat, ditariknya pergelangan tangan Nani sebelum sumbu pemantik itu sempat dilempar ke sudut ruko."Nan! Gila lo ya! Pikirin karier lo, jangan hancurin semuanya cuma gara-gara emosi sesaat!" teriak Mirah sambil merebut korek tersebut.Brakkkk!Agam melangkah lebar, disayapnya tubuh Nani hingga wanita itu tersungkur ke atas sofa lobi yang empuk."Cukup, Nan! Lo mau bikin aset bisnis gue jadi abu?!" bentak Agam dengan suara menggelegar penuh wibawa.Nani mendongak, matanya yang basah menatap Mirah, lalu dia menundukkan kepala dengan napas memburu yang mulai reda. Alasannya simpel, dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Nani masih mengingat sisa rasa pertemanan mereka yang dulu pernah hangat."Ma-maaf, Mas Agam... saya cuma khilaf, be-beneran saya gak bermaksud bakar ruko," isak Nani sambil menyerahkan ton
Last Updated : 2026-05-19 Read more