Sinar senter itu menusuk mata Mirah, membuatnya spontan mengangkat tangan untuk menghalau silau."Aa... anu, cuma mau cari minum, Pak. Haus banget habis melayani Mas Agam," ucap Mirah, mengatur nada suaranya agar tetap menggoda meski hatinya mencelos."Balik ke kamar, Mbak. Mas Agam nggak suka barang miliknya keluyuran malam-malam," tegur penjaga itu tanpa ekspresi.Mirah berbalik dengan langkah gontai, telinganya masih menangkap sisa rintihan Elang yang seolah menyatu dengan deru angin Puncak. 'Sial, gue tahu lo di bawah sana, Lang. Tunggu gue, gue bakal cari cara buat tarik lo keluar,' sumpah Mirah dalam batinnya.Pagi menyengat dengan aroma kopi mahal saat Agam mengumpulkan semua orang di aula utama villa yang disulap menjadi ruang ujian. Ternyata, Agam sengaja menyuruh rombongan Nani, Mbak Sesil, dan para juri senior menyusul ke Puncak subuh tadi menggunakan bus khusus perusahaan.Alasannya simpel, Agam ingin tes tahap pertama ini dilakukan di
Last Updated : 2026-05-16 Read more