Jarak pandang di balik kegelapan itu hanya tersisa beberapa sentimeter lagi dari Jovian. Udara di koridor tangga darurat seakan membeku, menunggu satu sentuhan yang akan menyadarkannya.Namun, sebelum sentuhan itu terjadi—Drrrttt! Drrrttt!Suara getaran ponsel yang melengking dari dalam saku jas Jovian meledak, memecah kesunyian koridor.Jovian tersentak, ia menegakkan tubuhnya, rahangnya kembali mengeras saat ia merogoh saku jasnya. Layar ponselnya berkedip, menampilkan nama salah satu manajer senior dari divisi Arthesia Coin.Sambil mengusap kasar darah yang mengering di buku-buku jarinya, Jovian menggeser layar dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya."Bicara," desis Jovian, suaranya kembali sedingin es dan tajam, tanpa menyisakan sedikit pun kerapuhan yang baru saja ia tunjukkan pada Binar."P-Pak Jovian, maaf mengganggu," suara stafnya di seberang sana terdengar tergesa-gesa. "Tim legal dan beberapa perwakilan OJK sedang menunggu di lobi. Karena Arthesia Coin adalah divisi
Last Updated : 2026-04-28 Read more