"Ahhhh… ehmm… shhh… sayangg," tawa serak yang genit itu melebur menjadi desahan liar yang luar biasa manja.Tangan Vandella yang gemetar perlahan menahan telapak tangan Jovian yang masih dengan ahli menggerayangi selangkangannya, seolah mencari pegangan di tengah badai kenikmatan. Bibir merah wanita itu terangkat, mencari-cari bibir Jovian dan langsung menarik pria itu ke dalam sebuah ciuman yang sangat dalam dan rakus, sementara tangan kirinya merengkuh tengkuk kokoh pemuda itu."Ehmmmm... shhh... achhh, sayang...." Di sela lumatan basah mereka, Vandella membuka matanya. Tatapan sayu yang luar biasa nakal dan dipenuhi puncak gairah itu mengunci pandangan Jovian. Bibirnya menyunggingkan senyuman kenikmatan, sementara pinggulnya tanpa sadar masih terus bergoyang liar—memutar dan menggesek, mencari jari-jari Jovian yang tiada henti memompa lubangnya hingga membanjir basah."Sayang... peluk aku, please... achhh,,, sayang......" rintih Vandella memohon. Tubuhnya seakan tak lagi memiliki t
Read more