Kelvin tetap awasi setiap gerak-gerik Soraya."Baik, Nyonya," jawabnya singkat."Oh iya, bukankah Eksel yang berhasil mengetahui Soraya bertemu dengan Zahra itu?" tanya Sonia."Benar, Nyonya. Kebetulan saat itu dia memang berada di kafe yang sama," jawab Kelvin.Sonia tersenyum. "Mana dia? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.""Dia ada di depan, Nyonya," kata Kelvin, yang merupakan ayah Eksel."Suruh dia masuk. Sudah saatnya dia menerapkan ilmu yang didapatnya selama ini di perusahaan.""Baik, Nyonya."Kelvin segera keluar dan memanggil putranya.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka."Tante Sonia!" Eksel langsung masuk dengan wajah ceria. Ia menghampiri Sonia dan mencium punggung tangan wanita itu dengan penuh hormat, kedekatan mereka memang sudah terjalin sejak lama. Sonia menganggap Eksel seperti anaknya sendiri, sementara bagi Eksel, Sonia adalah sosok yang selalu memberinya perhatian layaknya seorang ibu."Gimana, Eksel? Siap bekerja di kantor Tante?" tanya Sonia sa
Read more