Saat ini Karim masih berada di rumah babanne dan dedenya. Rencananya, lusa nanti ia baru kembali aktif di kantor.“Tuan, kurang lebih tiga setengah jam lagi kita akan meeting virtual dengan Bunda Zayna,” pesan Ziyan melalui jalur chat pribadi Karim.“Baik, siapkan seperti biasa,” balas Karim singkat.“Baik, Tuan,” sahut Ziyan.Tok... tok...“Bolehkah ayah masuk, Nak?”Ketukan di pintu membuat Karim menoleh. “Masuk saja, Ayah. Tidak saya kunci.”Ismet membuka pintu perlahan lalu masuk ke kamar. Ia melihat Karim berdiri di dekat jendela besar, memandang hamparan laut Bosphorus yang tampak tenang di bawah langit sore.“Ayah, apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan?” tanya Karim pelan.“Apa ayah mengganggu? Kamu ada jadwal meeting?” tanya Ismet hati-hati.“Belum, Yah. Meeting-nya nanti setelah Ashar,” jawab Karim.Ismet mengangguk pelan. “Kalau begitu... boleh ayah bicara sebentar?”Karim menatap ayahnya lekat. Tidak biasanya Ismet terlihat seserius itu.“Tentu, Yah.”Ismet menarik napa
Last Updated : 2026-05-28 Read more