“Apa kau… berjanji tidak akan menyakitinya? Tidak akan membunuhnya, sekarang atau nanti?” suara Mei Li parau. “Tentu saja. Aku orang yang selalu menepati janji selama kau menurutiku,” kata Zhuo Mao, senyum licik mulai mengembang. “Apa kau setuju?” Mei Li menutup mata, menarik napas dalam yang menyakitkan. Saat dia membukanya kembali, cahaya di dalamnya seakan padam. “Baiklah, Zhuo Mao.” Kata itu, seperti sihir, membuat hawa nafsu Zhuo Mao meledak. Dia tak bisa menahan diri lagi. “SEMUA KELUAR!” teriaknya pada para prajuritnya. “jaga pintu! Jangan ada yang berani masuk!” Para prajurit buru-buru menuruti perintah Zhuo Mao. Lalu, dengan bunyi gemuruh, pintu besar ruang tahta tertutup, menyisakan keempat mereka: sang tiran, sang ratu yang hancur, bocah kecil yang trauma, dan mayat ayahnya. Begitu mereka sendirian, Zhuo Mao mendekat lagi. Kali ini, gerakannya lebih liar, lebih tak terbendung. “Kau lihat, Dao Tian?” ejeknya ke arah tubuh yang tak bisa melakukan apa-apa. “Dia menyerahka
Last Updated : 2026-02-23 Read more