“Ahhhhh....”Gelombang terakhir datang.Para dayang yang menonton kini terdiam, tak bergerak maupun bernapas. Mereka hanya duduk di sana, mata terpaku pada dua insan yang kini terbaring berdua di tumpukan selimut, terlelah, berkeringat, tapi tersenyum.Setelah beberapa saat, pintu kayu sederhana itu terbuka lebar.“Dao Kian.” Feiyan berhenti di ambang.Matanya menyapu ruangan yang terlihat berantakan. Para dayang juga masih duduk di lantai. Di tengah ruangan, berdiri Dao Kian yang sudah mengenakan pakaian kembali. Pria itu menoleh dengan ekspresi datar saat melihat Feiyan.“Satu orang baru datang,” balasnya, suaranya tenang. “Apa yang kau lakukan di sini?” Feiyan melangkah masuk. Matanya tidak lepas dari Dao Kian, lalu beralih ke para dayang, lalu ke Mian, lalu kembali ke Dao Kian. “Ini kamar dayang. Laki-laki tidak boleh masuk ke sini.”Dao Kian tersenyum sinis. “Aku hanya... memastikan para dayang bisa tidur dengan nyenyak.”Feiyan mengerutkan dahi. “Apa yang sedang kau bicarakan
Terakhir Diperbarui : 2026-04-27 Baca selengkapnya