Mian menunduk semakin dalam. Tangannya yang sudah menggenggam ujung rok, kini menggenggam lebih erat. “Aku sudah menyelidiki, Mian,” kata Xiao Lan. Suaranya tidak tinggi. Tapi setiap kata terdengar menusuk. “Aku tahu ada seseorang di rumahmu.” “Ra—Ratu...” bisik Mian. Suaranya nyaris tak terdengar. “Kenapa kau tidak bilang padaku, Mian?” tanya Xiao Lan. “Kau berusaha menyembunyikan keberadaan seseorang di rumahmu. Itu pelanggaran.” “A—aku—dia—“ Mian tidak bisa bicara. Giginya menggigil. “Dan kau,” Xiao Lan menoleh ke Dao Kian. Matanya tajam. “Kau juga sudah kenal Mian dia sebelumnya. Kau bicara dengannya di halaman barat. Mian menyampaikan pesan darimu untuknya.” Dao Kian tidak bisa menjawab. Mulutnya terasa kering. Xiao Lan berjalan mengitari Mian, berhenti di belakang dayang itu. Suaranya kini lebih pelan, tapi lebih berat. “Kau tahu, Mian,” kata Xiao Lan dari belakang. “Kau adalah dayang terbaikku selama ini. Aku tidak suka dayangku menyembunyikan sesuatu dariku.” “Maaf, B
Terakhir Diperbarui : 2026-04-08 Baca selengkapnya