“Saya rasa, saya sudah terlalu lama di sini,” desis Bella, berusaha memungut sisa martabatnya yang tercecer. “Permisi, Tuan.” Bella terkesiap saat punggungnya menghantam dada bidang pria itu. Cengkeraman di lengannya berpindah secepat kilat, melingkari pinggangnya, mengunci pergerakan Bella hingga tak ada lagi celah udara di antara mereka. “Oh, tidak secepat itu, Sayang.” Tubuh mereka menempel erat. Bella bisa merasakan setiap otot keras pria itu menekan punggungnya, memancarkan hawa panas yang membakar melalui lapisan tipis gaunnya. Deru napas pria itu berat, menyapu tengkuknya yang terbuka, mengirimkan gelombang panas dingin yang membuat jemari kaki Bella menekuk kaku di dalam sepatunya. "Lepaskan saya!" "Ssttt ... diamlah, Sayang, pergi dulu," bisik pria itu, suaranya kini lebih rendah, serak, dan sangat berbahaya. Jantung Bella berdentum liar, menghantam tulang rusuknya seolah ingin melompat keluar. Aroma bourbon dan maskulin yang pekat dari tubuh pria itu mengepung i
最後更新 : 2026-03-29 閱讀更多