Di sebuah pondok kecil di tengah sawah, Juleha dan Arul sedang duduk berdekatan. Tangan mereka saling menggenggam, tubuh mereka beradu hangat di bawah sinar matahari siang.Tak berselang lama, bibir mereka bertemu dalam ciuman panjang, diselingi desahan yang membuat milik Arul terasa tegang.Aroma harum rambut Juleha membuatnya semakin sulit menahan diri. Juleha menatap matanya, bibirnya melengkung nakal. “Kalau Mas terus begini, nanti bisa lupa makan siang loh. Jadi sia-sia adek masakin makan siang buat Mas,” godanya sambil menempelkan dagunya ke bahu Arul.Arul tersenyum, satu tangannya mulai mengarah ke kemben Juleha.“Eh … tunggu—” pekik Juleha, suara dibuat-buat gemetar, “Mas, jangan nakal, ah...”Arul terkekeh. “Gak ada siapa-siapa, Dek. Sejujurnya aku lebih pilih makan kamu dulu… Adik kecilku di bawah sarung udah bangun, Dek.”“Idih, ini masih siang loh, Mas!”“Sebentar saja Dek ... Mas janji, 15 menit selesai diluar, dijamin aman Dek," bujuknya.Juleha melirik ke kanan dan kir
Huling Na-update : 2026-02-25 Magbasa pa