Ibukota Arkapa.Di sebuah restoran privat paling eksklusif di jantung ibu kota, udara terasa dingin dan penuh tekanan. Lampu kristal menggantung megah di langit-langit, memantulkan cahaya ke meja makan berlapis linen putih. Namun kemewahan itu sama sekali tidak mampu meredakan kegugupan Arnold dan Brenda.Keduanya duduk tegak, hampir terlalu tegak, seakan takut salah bergerak. Napas mereka tertahan ketika menatap dua sosok yang duduk di seberang meja.Di sana hadir Yudistira Raden—kepala keluarga Raden yang namanya disegani di seluruh negeri. Usianya memang tak lagi muda, rambutnya telah memutih, tetapi sorot matanya masih setajam elang pemburu. Di sisinya duduk Citra Dewi, putrinya, wanita elegan yang selama bertahun-tahun disebut sebagai lambang kecantikan.Yudistira meletakkan cangkir tehnya perlahan, lalu membuka percakapan.“Jadi ...,” suaranya rendah, berat, dan sarat wibawa. “Cucu kesayanganku, Juna, sudah melaporkan keadaan perkebunan kalian.”Arnold refleks menelan ludah. Jem
最後更新 : 2026-04-25 閱讀更多