"Kau marah padaku, Gaby?"Gabriel merayap naik ke atas tubuh Tesa sementara Tesa mundur perlahan, kepalanya mendongak, menahan tengkuk Gabriel, membiarkan suaminya itu menyesap lehernya yang jenjang."Tidak Tesa.""Lalu kenapa kau tidak bicara padaku?""Aku berusaha berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah para penyewa dan tanah mereka yang sudah dirampas secara paksa," jawab Gabriel, merayapkan ciuman ke dada istrinya."Apa aku mengganggu?""Sangat."Dan Tesa memekik saat Gabriel menggigit kecil dagunya. Lalu membungkam bibir Tesa dengan ciuman yang menggebu-gebu.Tubuh kekar Gabriel perlahan diturunkan, berhati-hati agar tidak terlalu menekan, ia menyentuh milik Tesa yang sudah basah di bawah sana kemudian melepaskan pangutannya untuk menatap wajah sang istri.Bibir Tesa tampak membengkak, dan wajahnya bersemu merah jambu. Nafasnya yang memburu terdengar dari celah bibirnya yang mungil. Tesa cantik
Read More