登入Tesa adalah seorang putri Marquess yang terusir setelah gelarnya diambil alih. Ia dituntut untuk mengganti identitas menjadi laki-laki demi bertahan hidup. Simon adalah nama yang ia pilih. Namun, setelah penampilannya berubah menjadi Simon. Tiga pria dalam lingkarannya justru mulai menunjukkan perhatian. Ada Dokter dingin yang menjanjikan perlindungan, ada Duke kejam yang ia tolong. Lalu ada Earl cinta pertamanya yang menggoda. Sampai di suatu malam, tiba-tiba salah seorang dari tiga pria itu nekat menjatuhkannya ke atas ranjang, lalu mengurung tubuhnya. "Tu-tuan, kita berdua laki-laki!" Namun, pria itu hanya tersenyum. "Mau sampai kapan kau menyembunyikannya?" ***
查看更多Tesa duduk di perpustakaan bersemangat untuk membaca balasan surat yang dikirimkan Elias, sampai membuat Duke menggeleng kecil. "Dia membalas suratku hanya dengan selembar tulisan ringkas. Tapi denganmu dia bisa mengirim berlembar-lembar kertas. Apa saja sebenarnya yang kalian bicarakan?" Tesa menyunggingkan senyum lebar kemudian mengedipkan mata. "Rahasia." Ia menceritakan pada Elias bahwa dirinya sedang mengandung anak kedua. Sementara Elias membalas bahwa dia sudah menikah dengan seorang wanita pilihannya yang bernama Angela. Elias menceritakan wanita itu sebagai seorang malaikat berhati lembut. Mereka bertemu saat Elias bekerja di bagian administrasi tambang dan Angela adalah seorang pengacara. Bagaimana kisah romantis hubungan mereka menjadi dongeng bagi Tesa setiap kali surat itu dikirimkan. "Aku akan ke Breda," tulis Elias kali ini di dalam suratnya. "Dan aku sudah tidak
Gabriel tahu istrinya mengandung.Dua bulan berlalu sejak kematian Lady Jasmine. Saat itu musim gugur mulai datang, pohon-pohon mulai menguning. Kemudian berguguran, membuat kastil Veldam tampak seperti lukisan.Gabriel sudah mengurung diri selama berhari-hari di ruang kantornya mengurus bisnis perkereta apian dan perkapalan miliknya bersama Chole ketika tiba-tiba Ragnar masuk kemudian memberikan pengumuman."Duchess sedang mengandung, Duke."Pena modern yang sudah dilapisi dengan tinta di dalamnya yang sedang Gabriel genggam mendadak berhenti. Ia mengangkat kepala dari dokumen di atas meja dan mengerutkan alis.Ragnar melanjutkan. "Pagi ini Duchess memilih sarapan di kamar karena mengeluh kepalanya sakit. Dia hampir tidak bepergian beberapa hari terakhir karena sibuk mengajarkan Garret membaca serta menolak semua jadwal minum teh perkumpulan para ibu bangsawan. Itu menimbulkan gosip yang panas. Mereka menyebut Duchess sangat angkuh, jadi
"Aku rindu dengan Helena."Suara calon Duke membuat tidur Tesa di kereta kuda agak terganggu. Tetapi ia tetap menggeliat, kemudian membuka mata. Melihat kedua pria yang ia cinta sedang mengobrol dengan serius."Sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengannya. Aku ingin bermain dan memanjat pohon bersamanya."Gabriel menahan diri untuk tidak segera merangkul anak itu dan mencubiti pipinya gemas. Sejak dalam perjalanan. Garret tidak pernah berhenti makan, mulutnya selalu mengunyah apa saja. Tesa benar kalau putranya ini memang menyukai semua jenis makanan."Menurutku, setelah ini mungkin kita bisa melakukan perjalanan ke Loma.""Tidak."Tesa mendelik dengan jawaban cepat Gabriel bahkan tanpa berpikir. Tesa tahu suaminya enggan ke Loma karena tidak ingin bertemu Mathius.Gabriel meringis kemudian mengulangi dengan lebih santai. "Kenapa tidak kau kirimkan saja surat untuk Helena?""Aku belum lancar menulis.
"Ikutlah dengan kami," pinta Tesa saat seluruh peti-peti mereka dikumpulkan.Tesa tidak pernah terlibat langsung dengan masalah 'Tupai' yang menjadi urusan suaminya dan Romeo. Ia hanya mendengar kabar terbaru secara berkala tentang situasi pria itu dan apa yang telah mereka lakukan padanya.Bagi Tesa keputusan Duke pastilah tepat dan bijaksana. Oleh sebab itu ia hanya menghormati dan mendukungnya. Lagipula ancaman nyawa bukanlah sesuatu yang sepele terlebih bila itu menyangkut putra mereka, Garret.Namun hal ini berbeda dengan Diana, meski pipinya mulai memunculkan rona, dan matanya sudah kembali cerah setelah tiga hari berlalu sejak kematian Lady Jasmine, tapi tidak bisa dipungkiri kepergian mereka membuat Diana lesu. Tesa sudah merasa terbiasa dengannya, dan pengalaman seminggu lebih di mansion membentuk persahabatan yang tidak mungkin bisa diabaikan."Aku membutuhkan pelayan pribadi tambahan untuk membantu Rose. Kau orang yang rapi dan cekatan,
"Dari mana saja kau?" Tesa baru keluar dari kamar Duke setelah memastikan pria itu bernapas teratur ketika bertemu dengan dokter Mathius di koridor. Ia terkesiap, lalu buru-buru menunduk. "Aku baru saja dari kamar Duke, Tuan. Dia memintaku menemaninya–" "Kau pikir ini panti asuhan?" sela Mathi
"Sembilan puluh enam, kau hampir saja mendapat hukuman."Duke menyeringai puas saat melihat Tesa akhirnya muncul. Nafas Tesa terdengar pendek-pendek. Ia memegangi lutut seraya membungkuk karena memaksa berlari dari dapur dan kembali ke kamar Duke.Sebuah tantangan yang
"Aku ingat wanita itu yang menolongku di gang sebelum jatuh pingsan." Degup jantung Tesa menggebu-gebu. Ia sudah memastikan penampilannya tidak akan bisa dikenali. Saat siuman yang pertama, Duke demam tinggi, sehingga Tesa hanya berupa bayangan kabur. Bahkan Ethan sempat menyangka Tesa sudah dius
"Pa-pakaianku?" "Benar." Mathius menelengkan kepala, mata abu-abunya memindai penampilan Tesa dengan tenang. "Tentu kau tidak bisa berkeliaran di tempat ini dengan pakaian kusam seperti itu. Dan akan lebih baik kalau kau mengubah penampilanmu menjadi laki-laki." Tesa menjadi kehilangan kata-kat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論更多