Gabriel mendengarnya, suara tangisan Tesa yang teredam, seakan Tesa berusaha agar menhan diri. Tapi sayangnya, Gabriel tidak pergi.Ia menyandarkan punggung di dekat pintu kamar. Menatap langit-langit sambil memejamkan mata. Pelipis Gabriel berkedut dalam rasa sakit. Dan ia menyesal dengan tangisan istrinya.Ini bukan pertama kalinya ia mendengar Tesa menangis. Diam-diam istrinya sering melakukan itu di perpustakaan. Gabriel tahu karena ada banyak pelayan yang menjadi telinga untuknya di Veldam. Sampai akhirnya ia mendengar sendiri. Namun saat bersama Gabriel, Tesa selalu tersenyum cerah sehingga Gabriel pun menulikan telinga. Ia berjanji akan bekerja keras dan memberikan apapun yang Tesa inginkan. Apapun untuk Tesa asalkan bukan benihnya.Gabriel menyela dirinya untuk berdiri tegak, langkahnya terasa berat. Ia tidak tahu harus ke mana. Dan akhirnya melongok ke kamar Lady Jasmine.Namun dari luar pintu, Gabriel mendengar suara ibunya yang sedang m
더 보기