POV Fajar Wajah cantik yang sekian tahun hanya bisa aku rindukan itu, kini tampak luruh di hadapanku.Aku bisa merasakan dengan sangat lugas kehancurannya. Sebuah kehancuran yang hanya menerbitkan bara amarah di hatiku.Sudah terlalu lama aku berdamai dengan takdir perpisahan kami, dan hati ini kupaksa untuk merelakan sosok yang paling berarti di hidupku menjadi milik lelaki lain yang aku pikir akan bisa membahagiakannya.Tapi nyatanya apa yang kudapati saat ini sangat jauh berbeda.Rentetan kepahitan itu kini hanya menyisakan keraguan, sesuatu yang kini bahkan sedang aku saksikan pada kedua matanya yang dulu selalu tampak berbinar.Perlahan aku melangkah mendekatinya. Jarak kami hanya sejengkal, cukup untuk melihat jelas bagaimana matanya berusaha menyembunyikan luka yang belum benar-benar sembuh.“Sekarang kamu yang jadi orang kayanya, Jar.”Ucapan itu terdengar sendu menguarkan sebuah kerapuhan yang justru menyiksaku.Aku menggeleng pelan, lalu menghela napas panjang.“Semua penca
Huling Na-update : 2026-05-02 Magbasa pa