“Maksudmu… penawaran?” tanyaku pelan, nyaris tanpa tenaga.Hans akhirnya menoleh. Senyum tipis itu kembali muncul, senyum yang selalu membuatku merasa seperti sedang ditakar, dinilai… lalu ditentukan harganya.“Aku tidak suka sesuatu yang setengah-setengah, Maya,” ucapnya ringan. “Aku juga tidak suka berbagi.”Dadaku terasa sesak.“Aku bisa memberimu segalanya,” lanjutnya, suaranya tenang tapi penuh tekanan. “Kehidupan yang tidak pernah bisa diberikan oleh suamimu yang pemalas itu, atau bahkan kedua orang tuamu yang dulu pernah memberimu gelimang kekayaan."Hans masih saja memberikan tatapannya yang selalu tajam memindai."Yang aku tawarkan padamu adalah uang, perlindungan, kenyamanan… bahkan kebebasan dari laki-laki brengsek itu.”Aku menatapnya, mencoba mencari celah—sesuatu yang menunjukkan bahwa ini semua hanya permainan. Tapi tidak. Sorot matanya terlalu serius.“Dengan satu syarat,” tambahnya.Aku tertawa kecil. Pahit.“Tentu saja ada syaratnya,” gumamku.Hans menyandarkan tubuh
Huling Na-update : 2026-04-07 Magbasa pa